
Terbaru
Jeffrey Winters: Calon Presiden Indonesia Harus Ambisius
11:26
Pertarungan antara calon presiden semakin memanas. Peta politik berubah begitu...
11:26
| Saat SBY Menagih Janji TNI |
| Minggu, 01 Februari 2009 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pesan SBY agar TNI tidak bermain politik praktis menggelinding bak bola liar. Sebagian menilai SBY sedang kalut dan merasa terancam posisinya. Tetapi, sisanya menganggap ucapan SBY bukan sekadar tong kosong nyaring bunyinya. SBY memang bukan satu-satunya capres berlatar belakang militer. Masih ada beberapa nama pensiunan jenderal yang ikut bertarung. Sebut saja semisal Wiranto, Prabowo Subianto, Sutiyoso dan Slamet Subijanto. Belum lagi masih ada sederet nama jenderal purnawirawan yang juga ikut sibuk terlibat dalam tim sukses.Capres dari Partai Hanura, Wiranto, ikut angkat bicara menanggapi perkataan SBY. Ia meminta juniornya itu melakukan instropeksi dengan klaim keberhasilan pemerintahan yang selalu digembar-gemborkan dalam iklan. Sebab, sejauh ini keluarga prajurit masih hidup dalam keprihatinan. "Mereka butuh perhatian," kritik Wiranto. Sementara kubu PDI Perjuangan menganggap ucapan SBY mengenai adanya gerakan petinggi TNI-AD yang ABS (Asal Bukan Capres S) sudah menyebabkan institusi TNI terpolitisasi. Seharusnya, SBY tidak perlu sampai menyatakan hal tersebut di depan publik. Dan tidak perlu SBY yang harus turun tangan melainkan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. "Ini menganggu keutuhan TNI/Polri karena menimbulkan satu sama lain curiga. Siapa oknum TNI/Polri yang melakukan itu," cetus Ketua DPP PDIP Firman Jaya Daeli. "TNI/Polri tenang-tenang saja, tetapi kenapa tiba-tiba mengatakan hal seperti itu," ungkapnya. Pihak Prabowo Subianto juga ikut mengecam langkah SBY tersebut. Rumor yang diungkap Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu dianggap tidak layak dilontarkan seorang kepala negara. "Mana mungkin seorang kepala negara menyampaikan isu yan tidak jelas kebenarannya di hadapan pimpinan TNI dan Polri apalagi tempatnya di Istana Negara," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Pengamat politik dari UGM, Prof Mochtar Mas'oed, melihat ada keganjilan di balik pernyataan SBY tersebut. Alasannya, secara formal TNI dan Polri sudah bersikap netral. "Agak aneh ya. SBY kan dari berbagai survei menunjukkan beliau berada di urutan terpuncak. Seharusnya confident," kata Guru Besar Fisipol UGM ini. Karena itu, peneliti militer dari LIPI Jaleswari Pramodhawardani, menduga SBY tidak asal berbicara mengenai rumor tersebut. Boleh jadi SBY sudah melihat ada indikasi kuat oknum TNI sudah mulai bermain ke area politik praktis. "Pernyataan itu juga sekaligus menunjukkan bahwa masih adanya indikasi kuat tentang ketergodaan TNI untuk tidak netral dalam pemilu nanti," duga wanita yang akrab dipanggil Dani ini. Meski, menurutnya, TNI tidak akan sembrono untuk ujug-ujug kembali terjun ke politik. Belum lagi, Panglima Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso berkali-kali menegaskan netralitas institusi yang dipimpinnya. "Presiden SBY bukan hanya perlu menghimbau TNI tapi harus tegas dalam melaksanakan komitmennya ini. Jadi ini bukan hanya sekedar komoditi politik menjelang Pemilu 2009 dimana presiden SBY juga termasuk kandidatnya," tegas Dani. Ia menganggap keluhan tersebut bukan lantas menunjukkan SBY kalap. Karena saat ini memang merupakan momen politik menjelang Pemilu 2009. SBY juga tercatat sebagai capres incumbent dalam Pilpres mendatang. "Ini peristiwa yang normal dan wajar tentang sebuah pernyataan politik di tengah peristiwa penting politik yang sedang berlangsung di negeri ini, Pemilu 2009. Kebetulan statement ini keluar dari incumbent sekaligus capres 2009 nanti, Presiden SBY," urai Dani. Kegundahan yang dilontarkan Presiden SBY ini tentu tidak bisa hanya bisa ditepis dengan ucapan TNI sudah ataupun tetap netral. Tetapi, yang patut diperlihatkan adalah tindakan nyata dari komitmen tersebut. Dan hasilnya ditunjukkan dalam pelaksanaan Pemilu mendatang. Mau tidak mau, pesta demokrasi ini menjadi ujian sekaligus pertaruhan bagi TNI untuk membuktikan keseriusannya menjalankan politik negara. Sebab, bisa jadi pemilu ini adalah kali terakhir bagi TNI bersikap netral karena pada pemilu mendatang para prajurit TNI dimungkinkan untuk mendapatkan hak pilihnya Penulis : Abdullah Mubarok & Anton Aliabbas Sumber : www.inilah.com
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Berikutnya > |
|---|









